Taekwondo pertama kali ditemukan pada masa Dinasti Koguryo di Korea Selatan pada abad 37 SM. Di beberapa reruntuhan kerajaan-kerajaan pada masa dinasti ini terdapat lukisan yang mengilustrasikan dua orang yang sedang berhadapan dan memeragakan beladiri Taekwondo.
Lalu pada masa Dinasti Koryo dari abad 918-1392 Masehi, Taekkyon (Taekwondo) berkembang pesat dan merupakan salah satu mata ujian yang penting dalam seleksi ketentaraan. Kenaikan pangkat ketentaraan sangat erat kaitannya dengan kemampuan Taekkyonnya. Namun ketika penggunaan senjata api mulai dikenal, yaitu pada akhir dinasti Koryo, Taekkyon mulai redup dan menghilang.
Pada Dinasti Yi/ Chosun, perkembangan beladiri Taekkyon pun mengalami kemunduran, karena tidak mendapatkan dukungan dari pemerintahan yang lebih senang dengan penggunaan senjata api. Dinasti Yi lebih mementingkan perkembangan budaya daripada beladiri. Namun, pada saat invasi dan penjajahan Jepang di Korea pada tahun 1870-an dan berakhir pada 1945, pemerintahan mulai memperkuat latihan ketentaraan dan seni beladiri untuk memperkuat pertahanan. Pada saat penjajahan Jepang di Korea, Jepang melarang semua kesenian dan kebudayaan yang ada termasuk salah satunya Taekkyon untuk menekan rakyat Korea. Akan tetapi, pengajaran beladiri Taekkyon masih terus dilakukan secara diam-diam oleh para master beladiri.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar